RESPECT * INDEPENDENT * SAFETY RIDING * SOLIDARITY

Category archive

SAFETY RIDING

V-Riders Tulungagung Dalam Aksi Keselamatan Lalu Lintas 2015

V-Riders Tulungagung Dalam Aksi Keselamatan Lalu Lintas 2015

ACARA BIKERS/SAFETY RIDING

Momentum V-Riders Tulungagung (V-Ixion Riders Tulungagung) saat malam pergantian tahun 2014 menuju tahun 2015 di PEMDA Tulungagung penyematan pin acara launching AKSI KESELAMATAN LALU LINTAS 2015 oleh Bupati Tulungagung dan Wakil Bupati Tulungagung serta jajaran POLRES Tulungagung sebagai simbolis komitmen menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.

V-Riders Tulungagung Dalam Aksi Keselamatan Lalu Lintas 2015 #2
V-Riders Tulungagung Dalam Aksi Keselamatan Lalu Lintas 2015 #2
Ditilang Karena STNK Mati

Ditilang Karena STNK Mati

SAFETY RIDING

Negara mewajibkan kendaraan bermotor yang menginjak jalan umum untuk didaftarkan. Daftarnya ke Polisi sesuai ketentuan Pasal 5 ayat (3) huruf e Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU Lantas).

Sebagai bukti atas pendaftaran kendaraan bermotor diberikanlah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (atau biasa kita sebut ‘pelat nomer’). Kendaraan yang tidak terdaftar bisa ditindak secara hukum.

Dalam satu tahun sekali, STNK harus disahkan oleh Polisi (silakan lihat di STNK masing-masing, ada 4 kotak yang nanti diisi stempel setiap tahun. tidak ada kotak ke-5 sebab setiap 5 tahun STNK akan diperbarui). Tujuan disahkan setiap tahun adalah untuk mengecek apakah STNK benar dipegang oleh pemilik atau tidak (hilang, dicuri, digelapkan, dsb).

Mengapa bisa dicek seperti itu? Karena pengesahan tahunan meminta pengendara menunjukkan KTP pemilik asli, yang nanti dicek petugas, apakah cocok dengan identitas di STNK. Kalau cocok, langsung dikasih stempel pengesahan. (logikanya, maling yang berhasil mencuri kendaraan dan STNK, tidak memiliki KTP pemilik kendaraan yang asli. Kecuali si maling berhasil juga mengambil dompet yang berisi KTP pemilik)

Di samping itu, negara juga mewajibkan pemilik kendaraan bermotor MEMBAYAR PAJAK. Namun kalau warga tidak bayar pajak, tidak bisa ditindak secara hukum. Akhirnya banyak yang malas bayar pajak.

Dalam kondisi seperti ini, terjadi dialog imajiner antara Dispenda dan Polri kira-kira seperti ini:

Pak Polisi.. Gimana kalau kita kerja sama. Pengendara banyak banget nih yang males bayar pajak. Gimana bisa membangun kota/kabupaten, kalau pajak kendaraan yang masuk sedikit, padahal jumlah kendaraan yang nginjek jalan banyak? Masalah kantor saya yang siapin, pak Polisi kerja aja, gimana?

Dan pak Polisi-pun menjawab, “Deal!

Nah, begitulah sejarah pada awalnya, sehingga Polisi gabung sama Dispenda dalam satu kantor namanya Samsat (Jasa Raharja datang melengkapi, karena sangat berkaitan dengan santunan laka lantas).

Untuk MEMAKSA pengendara membayar pajak, proses PENGESAHAN STNK TAHUNAN OLEH POLISI diletakkan SETELAH proses PEMBAYARAN PAJAK KEPADA DISPENDA. Jadi mau tidak mau, masyarakat yang mau mengesahkan STNK tahunannya, harus bayar pajak dulu.

Jadi begitu ceritanya. Polisi sebenarnya tidak menilang masalah pajak, tapi stempel pengesahan tahunannya. Kalau tidak disahkan setiap tahun, STNK itu dipandang tidak sah.

Begitu ceritanya. Kalau merasa janggal, ya memang janggal. Karena tidak adanya satu suara di dalam lalu lintas masalah ini. Tidak semua Polantas memahami sejarah ini, sehingga nyangkut di dasar hukum bahwa POLISI tidak ada hubungan dengan PAJAK.

Jadi memang beragam di lapangan, ada yang tidak menilang, ada juga yang menilang. Kalau saya saat jadi Kanit Patroli, saya tilangin. Saya tunjukkan bahwa yang saya tilang adalah “ketiadaan stempel pengesahan tahunannya” bukan masalah “pajak”nya.

Saran saya, tidak perlu pusing-pusing mencari dasar ini, dasar itu. Cukup jalankan saja kewajiban kita sebagai pengendara. Mematuhi peraturan lalu lintas, dan membayar pajak. Warga bijak – taat pajak. Bukan begitu?

Dasar hukum:

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Sumber : hukumonline.com

Knalpot Motor Tidak Standar

Ditilang Karena Knalpot Motor Tidak Standar

SAFETY RIDING

Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU Lalu Lintas”). Pasal tersebut menjelaskan bahwa pengendara motor yang membawa kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan (di antaranya knalpot) akan ditindak.

Lengkapnya Pasal 285 UU Lalu Lintas tersebut adalah:

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Karena tekanan dari masyarakat cukup tinggi berkaitan dengan knalpot motor racing yang sangat mengganggu ketenangan, maka polisi mengaktifkan pasal ini sebagai prioritas dalam setiap razia.Kata kuncinya adalah “tidak memenuhi persyaratan teknis”. Siapa yang membuat syarat teknis tersebut? Mereka adalah Kementerian Perhubungan.

Sebelum Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memasarkan produknya di Indonesia, mereka minta izin dulu ke Kementerian Perhubungan untuk dicek mengenai syarat teknis yang berlaku di Indonesia. Jika lolos syarat teknis dan kelaikan jalan, maka kendaraan tersebut bisa dipasarkan di Indonesia.

Sebenarnya kita (polisi) fokus dengan knalpot yang berisik, namun untuk keseragaman akhirnya polisi akan menindak/menilang semua jenis knalpot yang TIDAK STANDAR. Knalpot yang dijual di toko-toko variasi belum memiliki surat lulus uji persyaratan teknis dari Dinas Perhubungan.

Jadi dengan penjelasan di atas, tidak perlu lagi rekan-rekan semua protes mengenai pak polisi tidak berhak menilang, karena tidak memiliki alat pengukur desibel suara. Dasar kita menentramkan bumi pertiwi ini dari knalpot berisik bukan menggunakan dasar satuan keras suara, namun yang dicari adalah knalpot yang TIDAK STANDAR.

Dasar hukum:

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Sumber : hukumonline.com

Menyalakan Lampu Kendaraan pada Siang Hari

Dasar Hukum Kewajiban Menyalakan Lampu Kendaraan pada Siang Hari

SAFETY RIDING

Bunyi pasal yang mengatur tentang penggunaan lampu utama dalam Pasal 107 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”) berikut:

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.

(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.


Kemudian, menurut penjelasan Pasal 107 ayat (1) UU LLAJ, yang dimaksud dengan “kondisi tertentu” adalah kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan, dan kabut.


Dari bunyi pasal di atas dapat diketahui bahwa tidak semua kendaraan bermotor wajib menyalakan lampu kendaraannya di siang hari, atau yang lebih dikenal dengan istilah Daytime Running Lights (“DRL”). Kewajiban menyalakan lampu utama pada siang hari itu terletak pada pengemudi sepeda motor saja. Akan tetapi, kewajiban menyalakan lampu utama kendaraan ada pada setiap pengemudi kendaraan bermotor di siang hari jika pada siang hari tersebut cuaca gelap, hujan lebat, saat menyusuri terowongan, atau berkabut. Selain mematuhi ketentuan tersebut, khusus untuk pengemudi sepeda motor, wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.


Sanksi pidana bagi mereka yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) UU LLAJ berdasarkan Pasal 293 ayat (1) UU LLAJ adalah pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).


Sedangkan, sanksi pidana bagi setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) UU LLAJ berdasarkan Pasal 293 ayat (2) UU LLAJ adalah pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).


Menjawab pertanyaan berikutnya mengenai apakah UU yang mengatur kewajiban menyalakan lampu kendaraan bermotor di siang hari tersebut efektif diterapkan bagi pengendara sepeda motor atau tidak, kami mengacu pada penjelasan dalam artikel yang dibuat oleh Dr. Ferry Hadary, M. Eng, dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura, berjudul Menyalakan Lampu Sepeda Motor di Siang Hari, Masihkah Menjadi Kontroversi?


Menurut Hadary, Ditlantas Polda Metro Jaya telah membuktikan bahwa dengan adanya penerapan aturan DRL tersebut mampu menekan angka kecelakaan hingga lebih dari 20 persen hanya dalam jangka waktu dua bulan. Di Surabaya, pada 2005, program ini berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan sepeda motor hingga 50 persen. Sedangkan di negara lain, seperti Malaysia, Thailand bahkan Amerika dan Eropa, kecelakaan dapat dikurangi hingga mencapai 30 persen. Hasil persentase pada daerah atau negara lain di atas kiranya cukup membuktikan tingkat efektifitas DRL untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.


Sepeda Motor Dilarang Melintasi Layang Non Tol (JLNT)

Angin Kencang Salah Satu Alasan Sepeda Motor Dilarang Melintasi Layang Non Tol (JLNT)

SAFETY RIDING/SEKILAS INFO

Jalan Layang Non Tol atau JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang yang baru diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 31 Desember 2013 lalu itu hanya diperuntukan bagi kendaraan roda empat saja. Kendaraan bermotor jenis roda dua dilarang melintasi jalan Jalan Layang Non Tol tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta, Manggas Rudy Siahaan, menjelaskan bahwa alasan kebijakan tersebut lantaran kondisi alam dan struktur jalan. Motor tak diperkenankan melintas lantaran angin di atas JLNT cukup kencang sehingga akan sangat membahayakan pengendara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta, Manggas Rudy Siahaan mengatakan “Jadi demi keselamatan pengendara kendaraan roda dua, mereka tidak diperbolehkan naik. Harus melewati jalan di bawahnya,”.

Hendaknya kecelakaan di depan Mall Ambassador, Jakarta lalu menjadi pelajaran bagi semua pengendara khususnya pengendara sepeda motor untuk tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. Kecelakaan tersebut diakibatkan karena pengendara sepeda motor melawan arus di Jalan Layang Non Tol (JLNT) di depan Mall Ambassador, Jakarta.

Mari kita budayakan tertib berlalu lintas, jangan tertib ketika ada petugas saja. Hargailah keselamatan sendiri dan keselamatan orang lain, semoga Mitra Humas selamat sampai tujuan. (Divisi Humas Mabes Polri)

Tips naik Motor Saat Hujan

Tips Berkendara Pada Saat Musim Hujan

SAFETY RIDING

Musim hujan sudah datang dan banyak sekali terjadinya kecelakaan akibat faktor cuaca yang tidak mendukung ini sehingga menyebabakan jalan rusak, tergenang dan licin . Beberapa tips untuk berkendara saat musim hujan, supaya berkendara lebih aman dan nyaman:

– Periksa semua lampu kendaraan apakah semua dapat berfungsi dengan baik. Agar lampu tersebut bermanfaat membantu anda melihat di jarak pandang yang terbatas karena hujan. Nyalakan lampu utama meskipun siang hari dan hujan rintik-rintik karena membantu pengendara lain melihat kendaraan anda.

– Periksa kondisi tekanan udara dalam ban dan kedalaman alur ban secara rutin minimal seminggu sekali, kondisi tekanan ban yang cukup dan alur ban yang masih baik akan menghindari kendaraan anda melayang di atas air (aquaplaning) dan tergelincir (slip) pada saat hujan. Jangan mengambil resiko dengan menggunakan ban yang sudah tipis.

– Periksa kondisi kontrol utama komponen kendaraan anda yaitu kemudi, pedal rem, gas maupun kopling apakah sudah dalam kondisi baik dan berikan perawatan extra selama musim hujan karena untuk mengantisipasi keadaan darurat atau akibat kesalahan orang lain yang dapat menyebabakan kecelakaan.

– Pergunakan alas kaki yang tidak licin, tahan air dan aman untuk berkendaraan dan persiapkan juga jas hujan yang berbentuk baju dan celana karena jas hujan seperti ini lebih aman dibandingkan yang berbentuk ponco.

– Kurangi kecepatan anda dalam mengendarai kendaraan karena pada saat hujan karena permukaan jalan licin akibat dari bercampurnya oli dengan air agar ban anda tidak tergelincir (slip). Mengemudikan kendaraan dalam kodisi kecepatan rendah akan membuat alur ban kendaraan anda lebih banyak bersentuhan langsung dengan aspal dan membuat daya cengkaram ban lebih baik.

– Jaga jarak aman kendaraan anda dengan pengendara lain karena pada saat hujan jarak aman pengereman kendaraan membutuhkan jarak yang lebih jauh daripada kondisi kering.

– Jangan sembarang menerobos genangan air karena kita tidak tahu kedalamannya, hal ini bisa mengakibatakan kendaraan anda mogok atau terperosok kedalam lubang yang mungkin ada didalam genangan air tersebut.

– Apabila terjebak banjir dan kendaraan anda mogok karena air masuk ke saluran pembuangan gas kendaraan anda, jangan menghidupkan mesin kembali lebih baik didorong ketempat yang aman, karena dikhawatirkan system pengapian anda mengalami konsleting dan dapat membuat kendaran anda terbakar.

– Apabila menemukan genangan air, pohon tumbang ataupun membutuhkan derek untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya bisa menginformasikan ke TMC Ditlantas Polda Metro Jaya 021-52960770 atau SMS 1717.

Sumber : Facebook TMC Polda Metro Jaya

Menyalakan Lampu di Siang Hari “Katanya” Bikin Boros?

SAFETY RIDING

Yakin? Tak mau menyalakan lampu disiang hari gara-gara isu boros aki? Gini aja deh, kita tos-tosan. Kalau memang hasilnya bikin boros aki motor. Bro harus cium majalah Motodream 1000 kali. Tapi kalau terbukti tidak boros, bro harus klik www.motodream.net sesering mungkin. Bagaimana? (lha…mana pilhan yang gak enaknya?)

Di jalan raya, sepeda motor adalah kendaraan yang berukuran kecil (pasti semua dah tau). Sehingga Pengemudi kendaraan besar sering kali kesulitan mengetahui posisi pengendara motor.

Disamping itu, kendaraan besar seperti mobil dan truk memiliki “BLIND SPOT” (Bagian yang sulit melihat kendaraan lain) khususnya sepedamotor. Untuk itu, pentingnya menyalakan lampu meski disiang hari. Karena cahaya lampu dapat membantu mendeteksi keberadaan posisi sepeda motor tersebut, dengan begitu dapat menghindari senggolan atau tabrakan yang akan berakibat fatal.

Sebelum kita membela aki-aki gaul,eh…maksudnya aki (battery) sebagai objek yang terus menerus terkuras. Karena ulah menyalakan lampu di siang hari. Yuk kita kenalan dengan aki dari A hingga T aja deh, gak usah ke Z. he he he.

Menyalakan Lampu di Siang Hari #

Fungsi Aki atau Battery

 

  • Aki atau Battery.adalah media penyimpan arus (satu arah) yang arus pengisiannya di dapat dari Spull (Generator/Stator).
  • Pada aki terdapat pola kerja Charge (Isi)>dan Discharge (Melepaskan) jika digunakan akan ada pengisian kembali yang dilakukan oleh (generator/Stator).

Sistem penyalaan lampu depan ada 2 mekanisme:

  • Yang menggunakan arus Bolak Balik langsung dari Lighting Coil (Generator).
  • Yang menggunakan arus searah atau berasal dari Aki (Battery).

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk membuat aki lebih awet antara lain:

  • Putaran mesin (RPM Mesin) harus sesuai standard pabrik >1400 Rpm , agar proses pengisian dari spull tetap stabil dan jika digunakan pada siang hari tetap mendapatkan pengisian , sehingga keawetan aki tetap terjaga.
  • Jika RPM mesin terlalu rendah, tentu akan menyulitkan proses pengisian kembali yang akibatnya aki menjadi cepat soak (Discharge).

Kesimpulan

  • Keawetan umur aki tergantung dari cara penggunaan dan perawatan dari pengguna sepeda motor itus sendiri. Bukan karena dinyalakan di siang hari. Jadi menyalakan lampu disiang hari? Siapa takut! Bagaimana brader dengan tos-tosan-nya, deal?

sumber : www.motodream.net

V-RIDERS
V-IXION RIDERS JAKARTA
Brotherhood, Safety Riding, Independent

Go to Top